Masyarakat Pidie Ajak Warga Aceh Jaga Perdamaian Jelang 4 Desember
Masyarakat Pidie Ajak Warga Aceh Jaga Perdamaian Jelang 4 Desember

Masyarakat Pidie Ajak Warga Aceh Jaga Perdamaian Jelang 4 Desember

Aceh – Menjelang momentum Milad GAM pada 4 Desember 2026, sejumlah masyarakat di Kabupaten Pidie mengajak warga Aceh, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun provokasi yang beredar di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan melalui pembuatan video narasi perdamaian yang berlangsung pada Minggu, 19 September 2026, pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, di lingkungan Cafe Galon Kopi, Jalan Baru Keunire, Gampong Pulo Pisang, Kecamatan Pidie.

Video tersebut melibatkan tiga warga, yakni M. Yunus, Sayed Mudhahar, dan Hermiadi. Ketiganya menyampaikan pesan agar masyarakat Aceh tidak mudah terpancing oleh isu yang dapat memperkeruh suasana, terutama menjelang momentum 4 Desember.

Dalam narasinya, mereka mengajak masyarakat Aceh untuk menjaga suasana tetap aman dan damai serta tidak membiarkan perbedaan pandangan berkembang menjadi perselisihan maupun kekerasan.

“Kami dari masyarakat Aceh mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi. Mari kita sama-sama menjaga dan menciptakan perdamaian agar konflik tidak kembali terjadi di Aceh,” demikian pesan yang disampaikan dalam video tersebut.

Pesan yang dibawa juga menekankan pentingnya melihat sejarah sebagai pelajaran. Sejarah Aceh diharapkan dapat dipahami secara bijak sehingga tidak menjadi alasan untuk membuka kembali konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, masyarakat diajak tetap menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan dan menghindari tindakan kekerasan. Generasi muda juga diingatkan agar lebih bijak menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ajakan tersebut sejalan dengan seruan sejumlah tokoh untuk menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla sebelumnya mengingatkan agar capaian perdamaian selama lebih dari dua dekade tidak terganggu oleh konflik baru.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga menyerukan kepada masyarakat agar terus menjaga perdamaian dan menilai tidak ada keuntungan dari keributan. Menurutnya, kondisi damai menjadi kesempatan bagi Aceh untuk terus membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, setelah kericuhan yang terjadi pada peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Banda Aceh pada 15 Agustus 2026, kepolisian menyatakan situasi kembali kondusif dan mengapresiasi masyarakat yang ikut menjaga perdamaian.

Melalui video tersebut, masyarakat Pidie berharap pesan perdamaian dapat menjangkau lebih banyak warga Aceh. Momentum 4 Desember diharapkan dapat dilalui dengan suasana aman, saling menghormati dan tetap menjaga persaudaraan.

Pesannya sederhana: sejarah boleh dikenang, perbedaan boleh ada, tetapi perdamaian Aceh tetap harus dijaga bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *