Aceh – Polemik mengenai bendera Bulan Bintang kembali menjadi perhatian masyarakat Aceh setelah sejumlah peristiwa pengibaran bendera tersebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah perbedaan pandangan yang muncul, sejumlah warga Aceh Jaya menyampaikan sikap mereka sekaligus berharap situasi di Aceh tetap aman dan damai.
Pada Sabtu, 26 September 2026, dilakukan pengambilan video testimoni dari sejumlah warga di kawasan Kampung Dayah Baroe, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya. Kegiatan tersebut bertujuan merekam pandangan warga mengenai berbagai pernyataan Tgk. Fajri Krueng yang berada di luar negeri serta polemik penggunaan bendera Bulan Bintang sebagai bendera Aceh.
Salah satu warga yang memberikan testimoni adalah Dedi, warga Kabupaten Aceh Jaya. Dalam keterangannya, Dedi menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah Teunom perlu menyampaikan sikap secara tegas terkait persoalan tersebut.
“Warga Aceh Jaya Teunom mesti tegas menolak pajek kong. Kamu tetap bendera Merah Putih. Merdeka!”
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pandangan pribadi narasumber terhadap polemik bendera dan berbagai pernyataan yang berkembang di ruang publik.
Polemik Bendera Masih Jadi Perhatian
Persoalan bendera Bulan Bintang memang masih menjadi perdebatan di Aceh. Pada 15 Agustus 2026, pengibaran bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, sempat berujung kericuhan. Pemerintah Aceh dan DPRA kemudian menyepakati untuk berkonsultasi kembali dengan Kementerian Dalam Negeri mengenai persoalan tersebut.
Sejumlah tokoh juga menyampaikan pandangan agar persoalan simbol dan sejarah Aceh tidak kembali menjadi pemicu konflik. Tokoh perdamaian Aceh, Juha Christensen, misalnya, menyatakan bahwa bendera GAM perlu dihormati sebagai bagian dari sejarah, bukan digunakan untuk kepentingan lain.
Di sisi lain, pemberitaan mengenai Tgk. Fajri Krueng juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai aksi pengibaran bendera tersebut. Puja TV sebelumnya memberitakan tudingan dari Juru Bicara KPA Pusat bahwa KPA tidak pernah mengeluarkan seruan untuk mengibarkan atau melakukan konvoi bendera Bulan Bintang. Media yang sama juga memuat tanggapan Fajri terhadap tudingan tersebut.
Warga Masih Memilih Berhati-hati
Dalam proses pengumpulan testimoni di Aceh Jaya, tidak semua warga yang ditemui bersedia tampil di depan kamera. Sebagian disebut masih merasa khawatir terhadap kemungkinan munculnya ancaman atau persoalan setelah identitas dan pendapat mereka diketahui publik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan bendera dan politik identitas di Aceh masih menjadi isu yang sensitif bagi sebagian masyarakat.
Karena itu, penyampaian pendapat perlu dilakukan dengan cara yang tidak memicu ketegangan baru. Perbedaan pandangan tetap dapat disampaikan melalui ruang yang aman, terbuka, dan menghargai masyarakat lainnya.
Menjaga Suasana Aceh Tetap Kondusif
Sejumlah peristiwa terbaru memperlihatkan bahwa isu bendera dapat dengan cepat berkembang menjadi persoalan yang lebih luas ketika terjadi perbedaan kepentingan di lapangan. Kericuhan pada peringatan 21 tahun perdamaian Aceh menjadi salah satu contoh bahwa persoalan simbol dapat bersinggungan dengan kondisi sosial dan keamanan.
Bagi masyarakat Aceh Jaya, suara seperti yang disampaikan Dedi menjadi salah satu bentuk pandangan warga terhadap situasi yang sedang berkembang. Namun, di tengah perbedaan sikap tersebut, menjaga keamanan dan perdamaian tetap menjadi kepentingan bersama.
Pendekatan kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga dapat menyampaikan pendapat tanpa merasa tertekan atau takut. Hubungan yang baik antara berbagai pihak di tingkat masyarakat dapat membantu menjaga komunikasi tetap terbuka ketika muncul persoalan yang sensitif.
Pada akhirnya, polemik mengenai bendera Bulan Bintang bukan hanya soal simbol, tetapi juga berkaitan dengan sejarah, identitas, aturan hukum, serta perjalanan perdamaian Aceh. Karena itu, pembahasan mengenai persoalan tersebut perlu dilakukan dengan kepala dingin agar perbedaan pandangan tidak kembali berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Aceh punya sejarah panjang. Perdamaian yang sudah berjalan perlu dijaga bersama, sementara perbedaan pendapat tetap disampaikan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.