Mahasiswi Meulaboh Ajak Generasi Muda Jaga Perdamaian Aceh Jelang 4 Desember
Mahasiswi Meulaboh Ajak Generasi Muda Jaga Perdamaian Aceh Jelang 4 Desember

Mahasiswi Meulaboh Ajak Generasi Muda Jaga Perdamaian Aceh Jelang 4 Desember

Aceh — Pesan untuk menjaga perdamaian Aceh kembali disuarakan dari kalangan generasi muda. Seorang mahasiswi asal Meulaboh, Putri Agustina, dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Teuku Umar (UTU), membuat video berisi ajakan kepada masyarakat Aceh untuk bersama-sama merawat perdamaian menjelang momentum 4 Desember.

Video tersebut dibuat pada Senin, 21 September 2026. Pesan yang disampaikan cukup sederhana, yakni mengajak masyarakat, terutama anak muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memicu perpecahan dan tetap menjaga suasana Aceh yang aman serta damai.

Dalam narasinya, Putri mengajak generasi muda untuk melihat sejarah Aceh sebagai bagian dari perjalanan yang perlu dipahami dan dipelajari. Menurut pesan dalam video tersebut, sejarah tidak seharusnya menjadi alasan untuk membuka konflik baru, tetapi dapat menjadi pelajaran agar generasi sekarang mampu menjaga kehidupan yang lebih baik.

Ajakan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, menghindari kekerasan, serta menyelesaikan persoalan dengan cara damai. Pesan ditutup dengan ajakan agar masyarakat bersama-sama membangun Aceh yang aman, rukun, dan memiliki harapan bagi generasi berikutnya.

Narasi dari kalangan mahasiswa ini sejalan dengan sejumlah seruan publik di Aceh yang menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perdamaian. Bupati Aceh Besar Muharram Idris, misalnya, pada Agustus 2026 menekankan pentingnya edukasi sejarah perdamaian kepada generasi muda agar mereka memahami bagaimana perdamaian Aceh terbentuk dan mengapa perlu dijaga.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga perdamaian dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui dialog serta musyawarah. Ia menyebut perdamaian sebagai ruang bagi Aceh untuk terus membangun dan memperbaiki kondisi masyarakat.

Bagi generasi muda, pesan perdamaian tersebut dapat dikemas dengan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan disebarkan melalui media sosial. Cara ini membuat isu perdamaian tidak hanya dibicarakan dalam forum resmi, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan anak muda di ruang digital.

Video Putri menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam menyampaikan pesan tersebut. Intinya sederhana: perbedaan tidak harus berujung pada pertentangan, persoalan tidak harus diselesaikan dengan kekerasan, dan sejarah sebaiknya menjadi pelajaran untuk menatap masa depan.

Jangan wariskan perpecahan. Mari wariskan perdamaian. 🕊️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *