Mahasiswa Bireuen Ajak Warga Jaga Damai dan Tak Mudah Terprovokasi Jelang Milad GAM
Mahasiswa Bireuen Ajak Warga Jaga Damai dan Tak Mudah Terprovokasi Jelang Milad GAM

Mahasiswa Bireuen Ajak Warga Jaga Damai dan Tak Mudah Terprovokasi Jelang Milad GAM

Aceh – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Bireuen, Aceh, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana damai dan tidak mudah terpancing oleh informasi maupun ajakan yang dapat memicu ketegangan menjelang peringatan Milad GAM.

Ajakan tersebut disampaikan mahasiswa Bireuen, Irfan, saat memberikan tanggapan terkait perkembangan sejumlah isu yang muncul menjelang kegiatan Milad GAM. Menurutnya, masyarakat Aceh perlu menyikapi setiap informasi dengan tenang dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami dari mahasiswa mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama menjaga kedamaian dalam menyambut kegiatan Milad GAM. Mari kita jaga ketertiban, tidak bertindak anarkis, dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang bisa memicu ketegangan,” ujar Irfan.

Ia menilai momentum Milad GAM sebaiknya tidak menjadi alasan untuk munculnya tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Perbedaan pandangan, menurutnya, dapat disikapi dengan cara yang lebih tenang tanpa harus berujung pada tindakan yang merugikan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan di tengah munculnya sejumlah pemberitaan dan konten media sosial yang membahas aktivitas Tgk Fajri Krueng serta dinamika menjelang Milad GAM di Aceh. Sejumlah media juga memberitakan imbauan dari berbagai pihak di Bireuen agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan perdamaian.

Sebelumnya, peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh pada 15 Agustus 2026 sempat diwarnai kericuhan setelah terjadi ketegangan antara massa dan aparat keamanan. Polda Aceh kemudian menyatakan situasi berhasil dikendalikan dan kembali kondusif.

Karena itu, mahasiswa menilai masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama konten di media sosial yang dapat memancing emosi. Sikap tenang dan saling menghormati dinilai penting agar peringatan Milad GAM tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu masyarakat luas.

“Dengan menjaga suasana tetap aman dan lancar, kita turut merawat perdamaian demi Aceh yang maju, damai, dan makmur,” kata Irfan.

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk ikut menjadi bagian dari upaya menjaga suasana Aceh tetap aman dengan tidak ikut menyebarkan provokasi, tidak melakukan tindakan anarkis, serta mengutamakan persatuan dalam menyikapi setiap perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *