Aceh – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di beberapa daerah Aceh dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat. Meski demikian, warga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena pasokan energi di Aceh dipastikan masih tersedia.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menyampaikan bahwa stok BBM di Aceh dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU terus berjalan. Masyarakat juga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar penyaluran dapat berlangsung lebih merata dan antrean tidak semakin panjang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying maupun pembelian berulang. Menurutnya, langkah tersebut penting agar BBM dapat dinikmati secara adil oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, berbagai pihak juga mendorong adanya langkah cepat untuk mengatasi antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Anggota DPRA, Hasballah, meminta Pemerintah Aceh bersama Pertamina segera mencari solusi agar distribusi BBM semakin lancar dan masyarakat tidak terus mengalami antrean panjang. Upaya perbaikan distribusi dan koordinasi antarinstansi dinilai menjadi langkah penting agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Namun, kelancaran distribusi tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun Pertamina. Peran masyarakat juga sangat menentukan. Ketika setiap orang membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan harian, pasokan akan lebih merata sehingga masyarakat lain juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh BBM tanpa harus mengantre lebih lama.
Sikap bijak tersebut juga akan membantu menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Nelayan dapat melaut, petani dapat bekerja di sawah, angkutan barang tetap beroperasi, pelaku usaha dapat menjalankan usahanya, dan mobilitas masyarakat tidak terganggu. Semangat saling peduli menjadi kunci agar kebutuhan energi dapat terpenuhi secara merata.
Masyarakat Aceh selama ini dikenal memiliki budaya kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, yaitu membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh kepanikan. Dengan cara itu, distribusi menjadi lebih tertib, antrean berangsur berkurang, dan pelayanan di SPBU dapat berlangsung lebih lancar.
Membeli BBM secukupnya bukan sekadar memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian kepada sesama. Ketika semua pihak ikut berperan, mulai dari pemerintah, Pertamina, hingga masyarakat, kebutuhan energi di Aceh dapat terus terjaga sehingga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.