Aceh — Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh akan menjadi tempat berkumpulnya umat pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan besar tersebut diisi dengan zikir dan doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi Aceh, Indonesia, dan seluruh umat Islam. Kegiatan ini digagas oleh ulama dan pimpinan dayah dari berbagai wilayah Aceh. Juru bicara kegiatan, Reki Nyak Wang alias Abu Syu’ja, menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan “murni gerakan yang diinisiasi oleh ulama dan tengku dayah di Aceh”.
Besarnya perhatian masyarakat terlihat dari rencana kehadiran warga dari berbagai daerah. Dari Bireuen, misalnya, ratusan warga diperkirakan akan datang ke Banda Aceh untuk mengikuti zikir dan doa bersama. Mereka tidak diberangkatkan melalui satu konvoi besar, tetapi datang secara masing-masing. Panitia juga mengingatkan peserta untuk menjaga ketertiban selama perjalanan maupun ketika berada di lokasi kegiatan. Pesan yang disampaikan sederhana, yaitu datang untuk berdoa, menjaga keamanan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum 21 tahun perdamaian Aceh. Karena itu, zikir dan doa bersama dapat menjadi ruang untuk bersyukur atas perjalanan perdamaian sekaligus memanjatkan harapan agar Aceh tetap aman dan masyarakatnya semakin rukun. Forum Bersama Acèh Meusaboh (ForBAM) menyatakan dukungan terhadap kegiatan tersebut dan berharap doa bersama menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, persatuan, serta doa bagi “keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi Aceh”.
Yang tidak kalah penting, panitia mengajak masyarakat agar tidak membawa kegiatan ini ke arah yang berbeda dari tujuan awal. Berbagai informasi atau atribut yang tidak berasal dari panitia diminta untuk tidak langsung dipercaya dan disebarkan. Juru bicara kegiatan juga meminta seluruh peserta mengikuti acara dengan tertib, damai, dan khidmat. Dengan begitu, besarnya jumlah umat yang hadir dapat benar-benar menjadi kekuatan untuk berdoa bersama, mempererat persaudaraan, dan menjaga suasana Aceh tetap aman.
Pada akhirnya, 15 Agustus 2026 bukan hanya tentang ramainya masyarakat berkumpul di Baiturrahman. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk menundukkan diri, berzikir, dan memanjatkan doa untuk kebaikan Aceh dan Indonesia. Datang dengan niat baik, jaga ketertiban, jangan mudah terprovokasi, dan mari jadikan doa bersama sebagai bagian dari upaya merawat perdamaian Aceh.