Aceh – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi kabar baik bagi masyarakat pedalaman yang selama ini kesulitan akses transportasi. Jembatan yang dibangun oleh TNI AD itu kini disebut sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Indonesia dan menjadi penghubung utama antara Desa Sekerak Kiri dan Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak. Kehadiran jembatan tersebut langsung mempermudah aktivitas warga, mulai dari pelajar, petani, hingga masyarakat yang setiap hari harus melintasi sungai untuk bekerja dan beraktivitas.
Sebelum jembatan dibangun, warga hanya mengandalkan perahu kayu untuk menyeberang Sungai Tamiang. Saat debit air meningkat atau arus sungai deras, masyarakat terpaksa memutar jalan cukup jauh demi keselamatan. Kondisi itu membuat aktivitas ekonomi dan pendidikan sering terhambat. Kini situasi berubah setelah Jembatan Gantung Perintis Garuda selesai dibangun dengan panjang mencapai sekitar 240 meter. Akses masyarakat menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.
Dandim 0117 Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin keselamatan rakyat. Ia juga menyebut pembangunan tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat terhadap akses transportasi yang layak. Proses pembangunan dilakukan selama beberapa bulan dengan melibatkan prajurit TNI dan dukungan masyarakat sekitar melalui semangat gotong royong.
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi turut mengapresiasi kerja cepat TNI dalam membuka kembali akses wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat dampak bencana. Menurutnya, jembatan ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, anak-anak lebih mudah pergi sekolah, dan akses layanan kesehatan kini semakin dekat dijangkau warga.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda juga memperlihatkan bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata untuk daerah terpencil. Kehadiran infrastruktur seperti ini dinilai sangat penting untuk mempercepat pemulihan wilayah pascabencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedalaman Aceh. Program pembangunan jembatan oleh TNI di sejumlah daerah Aceh sebelumnya juga telah membantu membuka akses wilayah yang sempat terputus akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.
Kini, warga Aceh Tamiang tidak lagi harus bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai. Jembatan yang dibangun TNI itu telah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Bukan sekadar bangunan penghubung, tetapi juga jalan baru untuk pendidikan, ekonomi, keselamatan, dan masa depan warga di wilayah pedalaman Aceh.