Aceh – Perdamaian Aceh menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menyiapkan masa depan tanpa dibayangi ketakutan. Pesan tersebut disampaikan M. Mirza dari FKP Universitas Abulyatama melalui video testimoni tentang pentingnya menjaga perdamaian di Aceh Besar.
Dalam video yang dibuat pada Minggu (20/9/2026) malam, Mirza menyampaikan bahwa perdamaian merupakan warisan berharga yang perlu dijaga bersama. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki cara perjuangan yang berbeda, yakni melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kreativitas, dan karya nyata.
“Sebagai mahasiswa, tugas kita bukan lagi memegang senjata di medan pertempuran, tetapi memegang pena dan ilmu pengetahuan di ruang akademik,” ujarnya.
Ia menilai kondisi damai memberikan kesempatan bagi anak muda untuk tumbuh dan mengembangkan diri. Kampus dan lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang untuk membangun pola pikir terbuka, saling menghargai, serta memperkuat hubungan antargenerasi.
Bagi Mirza, perdamaian juga berarti adanya ruang yang aman untuk belajar, berkarya, dan membangun masa depan Aceh yang lebih baik. Karena itu, anak muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga suasana tersebut melalui sikap yang tenang, saling menghormati, dan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan dorongan sejumlah pihak di Aceh agar pemahaman tentang sejarah perdamaian terus dikenalkan kepada generasi muda. Bupati Aceh Besar Muharram Idris sebelumnya menekankan pentingnya edukasi perdamaian secara berkelanjutan agar generasi muda memahami bagaimana perdamaian Aceh terbentuk dan mengapa kondisi tersebut perlu dijaga.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga perdamaian dan memanfaatkan kondisi yang kondusif sebagai kesempatan untuk membangun Aceh, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui pesan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat perdamaian, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam merawatnya. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan, kegiatan sosial, kreativitas, serta berbagai karya positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Damai bukan sekadar cerita masa lalu. Bagi generasi muda Aceh, damai adalah ruang untuk belajar, berkarya, dan menyiapkan masa depan.