BBM Aceh Dipastikan Aman, Distribusi Terus Diperkuat Hingga Wilayah Nelayan
BBM Aceh Dipastikan Aman, Distribusi Terus Diperkuat Hingga Wilayah Nelayan

BBM Aceh Dipastikan Aman, Distribusi Terus Diperkuat Hingga Wilayah Nelayan

Aceh – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Aceh dipastikan tetap aman dan distribusi terus berjalan optimal meskipun sempat terjadi antrean panjang solar di sejumlah SPBU. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan bahwa stok BBM dalam kondisi cukup dan kendala yang terjadi lebih dipengaruhi faktor cuaca ekstrem yang menghambat distribusi kapal pengangkut BBM ke sejumlah wilayah di Aceh.

Sales Branch Manager Pertamina Aceh Fuel 1, Ferdi Fajrian Adicandra menyampaikan bahwa Pertamina telah melakukan percepatan suplai dan monitoring harian agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Ia menegaskan, “Kami sudah melakukan percepatan suplai, distribusi merata ke SPBU, serta monitoring harian agar kebutuhan masyarakat bisa segera normal kembali.” Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa antrean yang terjadi bukan disebabkan stok kosong, melainkan gangguan distribusi sementara akibat cuaca dan tingginya permintaan BBM di beberapa wilayah.

Selain menjaga distribusi di wilayah perkotaan, Pertamina juga memperkuat penyaluran BBM hingga kawasan pesisir dan sektor perikanan. Ketersediaan BBM bagi nelayan Aceh Jaya menjadi perhatian serius karena aktivitas melaut sangat bergantung pada pasokan solar subsidi. Pemerintah daerah bersama Pertamina terus melakukan koordinasi agar kebutuhan nelayan tetap terpenuhi sehingga roda ekonomi masyarakat pesisir tetap berjalan normal. Langkah ini dilakukan melalui penguatan suplai SPBU, optimalisasi depot BBM, dan pengawasan distribusi secara intensif.

Untuk memperkuat ketahanan energi Aceh, Pertamina juga melakukan pengembangan kapasitas tangki timbun di sejumlah wilayah seperti Krueng Raya, Meulaboh, Lhokseumawe, hingga wilayah kepulauan. Pemerintah Aceh bahkan telah mengajukan tambahan kuota solar guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat dan kebutuhan proyek strategis nasional. Di sisi lain, sistem digitalisasi QR Code Subsidi Tepat terus diterapkan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan mengurangi potensi penyalahgunaan distribusi.

Polda Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa stok BBM di Aceh berada dalam kondisi aman sesuai keterangan resmi Pertamina. Menurut Pertamina, kapasitas penyimpanan BBM di Aceh mampu menampung pasokan hingga sekitar 25 sampai 26 hari sehingga masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.

Secara keseluruhan, kondisi BBM di Aceh masih terkendali dan terus mendapat pengawasan dari Pertamina, pemerintah daerah, serta aparat keamanan. Distribusi yang sempat mengalami hambatan kini terus dipulihkan secara bertahap melalui penguatan suplai dan pengawasan lapangan. Dengan koordinasi yang berjalan solid, kebutuhan energi masyarakat Aceh, termasuk sektor transportasi dan nelayan, dipastikan tetap aman demi menjaga stabilitas ekonomi dan pelayanan publik di seluruh wilayah Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *