Pasca Bencana, 270 Jembatan di Aceh Rampung, Akses Warga Mulai Kembali Terhubung
Pasca Bencana, 270 Jembatan di Aceh Rampung, Akses Warga Mulai Kembali Terhubung

Pasca Bencana, 270 Jembatan di Aceh Rampung, Akses Warga Mulai Kembali Terhubung

ACEH — Pemulihan Aceh setelah bencana banjir dan longsor akhir November 2025 terus bergerak. Salah satu perkembangan penting terlihat dari pembangunan jembatan yang menjadi akses utama warga. Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 270 jembatan dari target 341 jembatan tahap pertama yang terdampak bencana telah selesai dibangun di berbagai wilayah Aceh.

Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo mengatakan, penyelesaian ratusan jembatan tersebut tidak lepas dari kerja bersama antara TNI dan masyarakat. Dari 270 jembatan yang sudah selesai, terdiri atas 136 jembatan Armco, 47 jembatan Bailey, 60 jembatan perintis, dan 27 jembatan beton. Sementara itu, masih ada 71 titik yang sedang dikerjakan dan ditargetkan seluruhnya selesai pada akhir September 2026.

Salah satu hasil yang cukup menonjol adalah Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kabupaten Aceh Tamiang. Jembatan sepanjang 240 meter yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dengan Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, ini menjadi salah satu jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menggunakan perahu atau memutar melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar satu hingga dua jam. Kini, perjalanan antardesa bisa ditempuh hanya sekitar lima menit.

Bagi warga, kehadiran jembatan tersebut bukan sekadar bangunan baru. Akses yang sebelumnya sulit kini menjadi lebih mudah untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari anak-anak pergi sekolah hingga warga membawa hasil pertanian dan menjalankan aktivitas ekonomi. Jembatan itu juga menjadi contoh bagaimana pembangunan yang dikerjakan cepat bisa langsung terasa manfaatnya di tingkat masyarakat.

Namun, pekerjaan pemulihan belum selesai. Di sejumlah wilayah, jembatan yang dibangun setelah bencana masih bersifat sementara dan perlu diganti dengan konstruksi permanen. Di Gayo Lues, misalnya, Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten telah mengusulkan percepatan pembangunan permanen tujuh jembatan dan Jalan Lesten kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Usulan tersebut mencakup beberapa jembatan dengan bentang 80 hingga 180 meter serta Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer.

Kondisi serupa juga masih menjadi perhatian di Aceh Timur. Data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi per 18 Agustus 2026 menunjukkan pemulihan jembatan di daerah tersebut masih membutuhkan percepatan. Dari 41 jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, belum ada yang mulai dikerjakan hingga pertengahan Agustus. Hal ini menunjukkan bahwa capaian pembangunan di sejumlah wilayah masih belum merata dan membutuhkan dorongan lebih kuat.

Secara lebih luas, pembangunan jembatan menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana Sumatera. Satgas PRR sebelumnya mencatat 415 dari 597 jembatan yang ditangani Satgas Jembatan TNI AD di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah rampung pada awal Agustus 2026. Pembangunan tersebut dinilai memberi dampak langsung terhadap kembalinya konektivitas masyarakat di daerah terdampak.

Bagi Aceh, jembatan memiliki arti lebih besar dari sekadar penghubung dua wilayah. Ketika jembatan putus, sekolah, pasar, kebun, layanan kesehatan hingga distribusi kebutuhan pokok ikut terganggu. Karena itu, setiap jembatan yang kembali berdiri berarti satu lagi jalur kehidupan masyarakat mulai pulih.

Capaian 270 jembatan yang telah selesai menjadi kabar positif di tengah proses pemulihan Aceh yang masih panjang. Tantangannya sekarang adalah memastikan 71 jembatan yang masih dikerjakan dapat selesai sesuai target, sekaligus mempercepat pembangunan permanen di lokasi yang masih menggunakan akses darurat. Dengan begitu, pemulihan tidak berhenti pada sekadar membuka kembali akses, tetapi benar-benar menghadirkan jembatan yang aman, kuat, dan bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *