Aceh – Kasus rabies masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Aceh. Data Dinas Peternakan Aceh menunjukkan sepanjang tahun 2025 tercatat 1.013 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), sementara di Kabupaten Aceh Tengah, sembilan warga dinyatakan positif rabies setelah menjadi korban gigitan anjing yang telah terkonfirmasi membawa virus rabies. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa rabies masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, namun dapat dicegah apabila masyarakat mengetahui langkah penanganan yang benar.
Pemerintah bersama tenaga kesehatan dan petugas kesehatan hewan terus bergerak melakukan berbagai upaya pencegahan. Mulai dari vaksinasi massal terhadap hewan penular rabies, edukasi kepada masyarakat, hingga memastikan setiap korban gigitan mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menyepelekan gigitan, cakaran, maupun jilatan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran rabies. Pemilik anjing dan kucing diimbau rutin memvaksin hewan peliharaannya serta tidak melepasliarkan hewan tanpa pengawasan. Apabila terjadi gigitan, luka harus segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun selama sekitar 15 menit, kemudian korban segera menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) maupun penanganan lanjutan apabila diperlukan. Penanganan yang cepat dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi yang lebih serius.
Selain langkah medis, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar informasi mengenai rabies semakin mudah dipahami. Kesadaran untuk melaporkan hewan yang menunjukkan perilaku tidak normal, menghindari kontak dengan hewan liar, serta mendukung program vaksinasi hewan merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga kesehatan lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dokter hewan, dan masyarakat, penyebaran rabies di Aceh diharapkan dapat terus ditekan sehingga keamanan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.