Firdaus Yoga Suarakan Aspirasi Pemekaran ALA, Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh
Firdaus Yoga Suarakan Aspirasi Pemekaran ALA, Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh

Firdaus Yoga Suarakan Aspirasi Pemekaran ALA, Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh

Aceh – Aspirasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali disuarakan melalui video testimoni. Firdaus Yoga, juru bicara Gerakan Pemuda Aceh Leuser Antara (GERPA), mengangkat pentingnya pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelayanan publik yang lebih dekat dengan warga di wilayah tengah dan tenggara Aceh.

Dalam video testimoni yang direkam di Nusantara Cafe, Jalan Sengeda, Kampung Nunang Antara, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (11/10/2026), Firdaus mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai, terbuka, dan sesuai jalur konstitusional.

Menurut Firdaus, pengalaman hidup pada masa konflik menjadi pengingat bahwa perdamaian merupakan hal berharga yang harus dijaga bersama. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang, termasuk persoalan pengibaran bendera yang tengah menjadi perhatian publik di Aceh.

“Perdamaian adalah anugerah yang harus kita jaga bersama, bukan sesuatu yang boleh kita pertaruhkan demi kepentingan sesaat,” demikian pesan yang disampaikan Firdaus dalam testimoni tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, serta menghormati hukum. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan yang telah terjalin di tengah masyarakat.

Aspirasi Pemerataan Pembangunan

Dalam testimoni itu, Firdaus menjelaskan bahwa aspirasi pembentukan Provinsi ALA berkaitan dengan harapan masyarakat terhadap pemerataan pembangunan, keadilan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan terbukanya kesempatan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Ia menilai masyarakat di wilayah tengah dan tenggara Aceh perlu mendapatkan perhatian pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah masing-masing. Jarak geografis, akses pelayanan, serta tantangan pembangunan menjadi sejumlah hal yang menurutnya perlu dibicarakan secara serius bersama pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Bagi Firdaus, aspirasi ALA bukan tentang mempertentangkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya. Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemekaran perlu diarahkan pada upaya mencari solusi bagi kebutuhan masyarakat, tanpa menumbuhkan kebencian maupun perpecahan.

Harapan tersebut juga dinilai penting dalam proses pemulihan pascabencana. Sebagian masyarakat yang terdampak bencana masih menghadapi tantangan untuk memperbaiki rumah, memulihkan mata pencaharian, dan kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Kondisi ini membuat pemerataan pembangunan dan akses terhadap pelayanan dasar menjadi perhatian yang perlu terus dibahas.

Meski demikian, pembentukan provinsi baru tetap memerlukan proses dan pemenuhan ketentuan yang berlaku. Karena itu, aspirasi pemekaran perlu disampaikan melalui dialog, kajian, serta mekanisme konstitusional dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kesiapan tata kelola pemerintahan.

Ajak Masyarakat Sambut Milad ALA ke-21

Selain menyampaikan aspirasi pemekaran, Firdaus mengajak masyarakat di enam kabupaten/kota yang tergabung dalam gerakan ALA untuk menyambut Milad Aceh Leuser Antara ke-21 pada 4 Desember 2026.

Milad kali ini mengusung tema “Bersama Rakyat, Merawat Warisan, Aceh Leuser Antara yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menuju Serambi Madinah.”

Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan merawat warisan budaya masyarakat Aceh. Semangat kebersamaan juga diharapkan dapat mendorong pembicaraan mengenai masa depan wilayah ALA secara terbuka dan konstruktif.

Firdaus mengajak pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai unsur masyarakat untuk membangun komunikasi serta mencari jalan terbaik bagi aspirasi yang berkembang.

Menurutnya, upaya memperjuangkan pemerataan pembangunan perlu berjalan beriringan dengan komitmen menjaga perdamaian. Masyarakat diharapkan tetap mengutamakan persatuan, menghormati perbedaan pendapat, dan tidak mudah terseret provokasi.

Melalui pesan tersebut, Firdaus berharap aspirasi masyarakat mengenai masa depan Aceh Leuser Antara dapat terus dibicarakan secara damai dan bermartabat, sekaligus mendorong perhatian yang lebih luas terhadap pembangunan, kesejahteraan, dan kebutuhan masyarakat di wilayah tengah dan tenggara Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *