Pemuda Aceh Timur Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian demi Masa Depan yang Lebih Baik
Pemuda Aceh Timur Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian demi Masa Depan yang Lebih Baik

Pemuda Aceh Timur Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian demi Masa Depan yang Lebih Baik

Aceh — Perdamaian bukan sekadar keadaan tanpa konflik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman, bekerja dengan tenang, dan menyekolahkan anak tanpa rasa khawatir. Pesan inilah yang disampaikan Muhammad Irfandi, yang akrab disapa Ateng, seorang tokoh pemuda Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, dalam pembuatan video testimoni bertema Aceh Damai.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 17 September 2026 di Cafe Oeniq, Idi Rayeuk, Ateng menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama menjaga perdamaian yang telah terbangun. Menurutnya, suasana yang aman memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk beraktivitas, bekerja, dan mencari rezeki dengan lebih leluasa.

“Kalau Aceh damai, kita lebih mudah mencari kerja. Anak-anak bisa berangkat sekolah, orang tua juga bisa mencari rezeki dengan tenang. Karena itu, mari sama-sama kita jaga perdamaian Aceh,” menjadi pesan utama dalam testimoni yang disampaikannya.

Perdamaian Berarti Kesempatan untuk Hidup Lebih Baik

Bagi masyarakat, perdamaian punya arti yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan hanya soal keamanan, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan usaha, mendapatkan pekerjaan, mengenyam pendidikan, dan membangun masa depan keluarga.

Ateng berharap kondisi damai di Aceh dapat terus dipertahankan, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya dan berkontribusi bagi daerahnya.

Ia juga menekankan bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah atau pihak tertentu. Semua orang punya peran, mulai dari menjaga hubungan baik dengan sesama, menghargai perbedaan, hingga menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.

Pemuda Punya Peran Penting dalam Merawat Perdamaian

Sebagai pemuda yang pernah aktif dalam kegiatan BEM Nusantara Wilayah Banda Aceh pada 2021–2023 dan menjadi anggota Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di wilayah Idi Rayeuk, Ateng melihat generasi muda memiliki ruang untuk menyuarakan hal-hal positif bagi masyarakat.

Suara pemuda dapat menjadi pengingat bahwa masa depan Aceh dibangun melalui kebersamaan, kepedulian sosial, pendidikan, dan kesempatan ekonomi yang terbuka bagi masyarakat.

Karena itu, semangat perdamaian perlu terus disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, agar mudah dipahami dan diterapkan oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Menjaga Damai, Membangun Masa Depan Aceh

Ajakan untuk merawat perdamaian juga sejalan dengan berbagai seruan yang disampaikan sejumlah tokoh di Aceh. Menjelang peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh pada Agustus 2026, Wali Nanggroe Aceh mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan dan menjaga persatuan. Sementara itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengingatkan bahwa suasana aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama serta memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Perdamaian yang terjaga perlu diikuti dengan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesempatan kerja, pendidikan yang baik, pengembangan usaha, serta pembangunan yang dapat dirasakan secara merata merupakan bagian penting dari harapan masyarakat terhadap masa depan Aceh.

Melalui video testimoni ini, pesan yang ingin disampaikan sederhana: perdamaian adalah tanggung jawab bersama dan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua orang.

“Salam dari pemuda Aceh, damai itu indah.”

Mari jaga kebersamaan, rawat persaudaraan, dan terus bangun Aceh yang aman, damai, serta sejahtera bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *