Aceh β Sawah bisa kembali hijau kalau airnya lancar. Karena itu, pemerintah terus mendorong pemulihan pertanian Aceh dengan membenahi sejumlah infrastruktur pengairan, salah satunya Daerah Irigasi (DI) Lawe Alas atau Kutacane Lama di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran sekitar Rp9,28 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi jaringan irigasi tersebut. Pekerjaan ini mencakup perbaikan saluran sepanjang 0,80 kilometer yang ditujukan untuk mendukung layanan air bagi sekitar 398 hektare lahan pertanian warga.
Pekerjaan DI Lawe Alas berada di Desa Biak Muli Pante Raja, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara. Pelaksanaannya dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dengan waktu pengerjaan yang ditargetkan selama 147 hari kalender pada 2026. Pemerintah juga menekankan bahwa yang dikejar bukan hanya cepat selesai, tetapi saluran yang dibangun benar-benar bisa dipakai dan memberi manfaat dalam jangka panjang.
Perbaikan irigasi ini menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk menghidupkan kembali pertanian Aceh setelah berbagai lahan terdampak bencana. Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menunjukkan ada sekitar 40.852 hektare sawah rusak ringan dan sedang yang ditargetkan pulih sepanjang 2026. Harapannya, lahan yang sudah kembali siap bisa dimanfaatkan petani untuk musim tanam Oktober.
Pemulihan itu tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki sawah. Infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, perpipaan, hingga jalan usaha tani juga ikut dikerjakan. Hingga 25 Agustus 2026, realisasi anggaran pemulihan sawah Aceh tercatat sekitar Rp272,3 miliar atau 52,9 persen dari total anggaran Rp515 miliar. Sementara khusus pemulihan irigasi, realisasinya sudah mencapai 75,1 persen.
Bagi petani, perbaikan seperti ini bukan sekadar soal saluran beton atau alat berat yang bekerja di lapangan. Yang lebih penting adalah air bisa sampai ke sawah ketika dibutuhkan, lahan bisa kembali ditanami, dan hasil panen bisa kembali menjadi sumber penghidupan.
Dengan irigasi yang lebih baik, pemulihan sawah Aceh diharapkan tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur saja. Target akhirnya sederhana: sawah kembali hijau, petani kembali bertani, dan produksi pangan Aceh kembali bergerak. πΎπ§