Aceh Bangkit Ribuan Hunian Tetap Dikebut Demi Masa Depan Korban Bencana
Aceh Bangkit Ribuan Hunian Tetap Dikebut Demi Masa Depan Korban Bencana

Aceh Bangkit Ribuan Hunian Tetap Dikebut Demi Masa Depan Korban Bencana

Aceh — Pemerintah terus mempercepat progres pembangunan Hunian Tetap (HUNTAP) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya sebagai bagian dari pemulihan pascabencana secara menyeluruh dan berkelanjutan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat realisasi pembangunan HUNTAP ditargetkan mencapai 17.969 unit di tiga provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari target tersebut, ratusan unit telah memasuki tahap konstruksi meski masih dalam fase awal pengerjaan, menandakan momentum nyata percepatan rehabilitasi tempat tinggal masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Progres pembangunan di Aceh khususnya terus menunjukkan dinamika positif. Di Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 104 unit HUNTAP dari total 106 bangunan yang mencakup hunian tetap, fasilitas masjid, dan balai pertemuan untuk warga korban bencana. Kualitas bangunan pun dijaga agar layak huni dan mendukung kehidupan sosial ekonomi masyarakat untuk kembali normal. Kehadiran hunian tetap ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi amanah negara untuk memastikan keberlanjutan kehidupan warga terdampak.

Langkah konkret pemulihan juga terlihat dari pembangunan hunian sementara yang berjalan paralel. Di Aceh Timur, pemerintah dan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengerahkan sumber daya untuk memastikan hunian darurat tersedia bagi warga yang kehilangan tempat tinggal sementara menunggu HUNTAP siap huni. Pendataan dan koordinasi lintas instansi terus dipercepat agar bantuan dapat tersebar tepat waktu dan akurat ke masyarakat.

Berbagai upaya tersebut dilakukan dalam rangka memberikan kepastian tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak bencana di Aceh. Pemerintah menargetkan sebagian hunian tetap dapat segera diserahkan sebelum momentum besar seperti Hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat merayakan hari besar bersama keluarga di rumah yang aman dan nyaman. Komitmen ini menunjukkan respons cepat pemerintah dalam mendukung stabilitas sosial dan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *