Aceh – Presiden Prabowo Subianto mengutamakan momentum Idul Fitri 1447 H bersama masyarakat Aceh dengan memastikan kondisi sosial dan pemulihan pascabencana berjalan optimal. Ribuan warga melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, mencerminkan situasi yang aman dan terkendali. Dalam keterangannya, Presiden menegaskan bahwa “pemulihan pascabencana di Aceh hampir 100 persen dan warga tidak lagi berada di pengungsian,” yang menunjukkan efektivitas langkah pemerintah dalam menangani dampak bencana secara cepat dan terukur.
Selain memastikan stabilitas saat Lebaran, Presiden juga menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak, khususnya di Aceh Tamiang. Usai pelaksanaan Salat Id, Presiden membagikan paket sembako kepada penyintas bencana sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah mendorong agar masyarakat dapat “bangkit lebih cepat” melalui percepatan pemulihan infrastruktur dan distribusi bantuan yang tepat sasaran. Bantuan tersebut diperkuat dengan penyaluran daging untuk tradisi Meugang serta alokasi bantuan Presiden sebesar Rp72,75 miliar guna menjaga ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Di tengah dinamika lokal yang turut menjadi perhatian publik, termasuk sorotan pengamat terhadap fenomena pejabat daerah, fokus pemerintah tetap pada kepentingan masyarakat luas. Sejumlah laporan media nasional menyebutkan bahwa pemulihan Aceh Tamiang telah mendekati 100 persen, ditandai dengan kembalinya aktivitas warga, perbaikan infrastruktur, serta berkurangnya jumlah pengungsi. Distribusi bantuan yang dilakukan secara langsung oleh Presiden memperkuat persepsi publik bahwa pemerintah hadir secara nyata dalam situasi krisis.
Secara keseluruhan, langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mengutamakan Lebaran bersama rakyat sekaligus menyalurkan bantuan bagi korban bencana menunjukkan pendekatan yang terintegrasi antara aspek kemanusiaan, budaya, dan pemulihan ekonomi. Kebijakan ini tidak hanya mempercepat proses rehabilitasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan nasional.