Aceh — Pemerintah pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana dengan meresmikan 104 unit hunian tetap (huntap) di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Program tersebut menjadi bagian dari langkah rehabilitasi dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Hunian yang telah rampung dibangun ini kini siap ditempati oleh masyarakat penerima manfaat sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak dan aman.
Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, yang juga menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada warga penerima bantuan. Deretan rumah di kawasan tersebut tampak tertata rapi dan telah dilengkapi fasilitas pendukung seperti musala serta sarana dasar bagi kebutuhan masyarakat. Dalam keterangannya, Djamari menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan hunian tersebut. Ia mengatakan, “Alhamdulillah pembangunan sudah selesai dan sudah bisa saudara tempati,” serta mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat rumah tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Selain peresmian hunian tetap, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap nilai sosial dan budaya masyarakat Aceh dengan menyalurkan bantuan lima ekor sapi untuk tradisi meugang menjelang hari raya. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi lokal yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Aceh. Penyerahan sapi meugang ini juga menjadi simbol kebersamaan sekaligus dukungan moral bagi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.
Kegiatan peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, termasuk Wakil Gubernur Aceh serta pimpinan TNI dan Polri di wilayah tersebut. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana. Kehadiran hunian tetap ini diharapkan dapat menggantikan tempat penampungan sementara yang sebelumnya ditempati warga serta membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas secara normal secara bertahap.
Dengan diresmikannya 104 hunian tetap dan penyerahan bantuan sapi meugang, pemerintah menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial dan budaya masyarakat. Program ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan masyarakat Aceh Utara sekaligus menghadirkan harapan baru bagi warga yang terdampak bencana.