BIREUEN – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan pemulihan pascabencana dengan menghadirkan program hunian sementara (huntara) sebagai solusi cepat guna melindungi masyarakat terdampak. Program ini dirancang untuk memastikan warga tidak terlalu lama bertahan di tenda darurat serta memiliki tempat tinggal yang aman sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) selesai.
Berdasarkan dinamika rapat yang berkembang di lapangan, sejumlah warga memang menyampaikan aspirasi ingin langsung mendapatkan hunian tetap. Dalam pemberitaan disebutkan bahwa mayoritas warga menyatakan “tidak mau huntara dan ingin langsung huntap.” Namun pemerintah tetap menyiapkan berbagai skema bantuan agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, termasuk penyediaan hunian sementara sebagai solusi transisi yang cepat dan terukur.
Di sisi lain, pemerintah pusat melalui BNPB terus menekankan pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara untuk korban bencana karena banyak warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan solusi cepat sebelum hunian tetap tersedia. Program huntara juga telah melalui kajian mitigasi risiko bencana agar lokasi yang dipilih aman dan layak bagi masyarakat terdampak.
Langkah pemerintah ini juga sejalan dengan upaya pemulihan menyeluruh, di mana berbagai program bantuan seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) dan percepatan pembangunan hunian tetap terus berjalan. Pemerintah daerah dan pusat tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat guna memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kebutuhan warga sekaligus menjaga keselamatan selama masa transisi pascabencana.
Kesimpulan
Penyediaan huntara merupakan bentuk kehadiran negara dalam kondisi darurat untuk melindungi masyarakat dari risiko yang lebih besar. Pemerintah tetap mendengar aspirasi warga, namun tetap memastikan solusi cepat tersedia agar proses pemulihan berjalan aman, terarah, dan berkelanjutan hingga masyarakat mendapatkan hunian tetap yang layak.