Aceh – Pesan tentang pentingnya menjaga perdamaian Aceh kembali disuarakan dari kalangan anak muda. Seorang mahasiswa Universitas Samudera (Unsam), Rianti, 21 tahun, membuat video singkat yang mengajak masyarakat Aceh tetap menjaga persaudaraan dan suasana damai menjelang 4 Desember.
Video tersebut dibuat pada 1 Oktober 2026 dengan membawa pesan sederhana: perdamaian yang sudah dirasakan masyarakat Aceh perlu dijaga bersama, bukan justru dipertaruhkan karena perbedaan atau isu yang mudah memecah persatuan.
Dalam narasinya, Rianti mengajak warga Aceh untuk saling menjaga silaturahmi dan tetap merangkul satu sama lain. Menurutnya, kemenangan bukan selalu tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi ketika masyarakat mampu memilih untuk tetap bersama dan tidak terpecah belah.
“Menang bukan berarti melawan. Kemenangan sejati adalah ketika kita memilih untuk tetap bersatu dan tidak terpecah belah,” demikian pesan yang disampaikan Rianti dalam video tersebut.
Mahasiswa semester lima Jurusan Hukum Unsam itu juga mengajak masyarakat agar menjelang 4 Desember dapat menciptakan suasana yang tenang, tertib dan tetap penuh persaudaraan.
“Mari kita jaga Aceh yang damai dan tenang. Bersama kita wujudkan suasana yang damai, tenang dan tertib.”
Pesan tersebut hadir di tengah upaya berbagai pihak untuk terus merawat perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Sejumlah diskusi dan kegiatan yang digelar pada 2026 juga kembali menempatkan masyarakat, termasuk generasi muda dan perempuan, sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perdamaian.
Bagi generasi muda, menjaga perdamaian tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang rumit. Menyampaikan pesan positif melalui media sosial, mengajak teman untuk tidak mudah terpancing, serta membangun ruang komunikasi yang sehat juga menjadi bagian dari upaya menjaga suasana tetap kondusif.
Rianti berharap pesan tersebut bisa diterima secara luas, khususnya oleh anak-anak muda Aceh yang sehari-hari aktif menggunakan media sosial.
“Aceh damai, Aceh kita semua.”
Pesan itu menjadi penutup video sekaligus ajakan agar peringatan 4 Desember dapat dilalui dengan suasana yang aman, tenang dan tetap mengedepankan persaudaraan.