Aceh – Kembalinya fungsi Bendung Krueng Pase setelah proses rehabilitasi menjadi kabar baik bagi sektor pertanian Aceh. Infrastruktur pengairan yang sempat mengalami kerusakan dan terbengkalai selama beberapa tahun kini kembali mengalirkan air ke ribuan hektare sawah, membuka peluang peningkatan produksi pangan serta memperkuat ketahanan beras daerah.
Bendung Krueng Pase yang telah direhabilitasi kini mampu mengairi sekitar 8.922 hektare lahan sawah di sembilan kecamatan di Aceh Utara. Kehadiran pasokan air yang lebih stabil menjadi kebutuhan utama petani dalam menjalankan aktivitas tanam, terutama saat memasuki musim kemarau. Sebelumnya, keterbatasan pasokan air sering menjadi kendala yang menyebabkan menurunnya produktivitas pertanian dan meningkatkan risiko gagal panen.
Dampak positif rehabilitasi tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Sawah yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan air kini kembali produktif. Petani memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan intensitas tanam dan mengoptimalkan hasil panen. Sejumlah petani juga menyampaikan rasa syukur karena proyek rehabilitasi dapat diselesaikan lebih cepat dari perkiraan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Perbaikan sarana pengairan ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan Aceh. Data terbaru menunjukkan stok beras Aceh telah mencapai lebih dari 123 ribu ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga awal tahun 2027. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Aceh terus bergerak ke arah yang positif, didukung oleh infrastruktur yang semakin baik dan keberlanjutan pasokan air untuk lahan pertanian.
Kembalinya operasional Bendung Krueng Pase juga diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan yang selama ini menjadi tantangan bagi petani saat musim kemarau. Dengan distribusi air yang lebih lancar, petani dapat mengelola lahan secara lebih optimal, menjaga kualitas tanaman, serta meningkatkan hasil produksi pada musim tanam berikutnya.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, rehabilitasi Bendung Krueng Pase menjadi simbol bangkitnya harapan baru bagi pertanian Aceh. Air yang kembali mengalir ke sawah-sawah bukan hanya membantu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedesaan. Jika pengelolaan irigasi dan pendampingan pertanian terus diperkuat, Aceh memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
Ke depan, keberhasilan rehabilitasi Bendung Krueng Pase diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur pertanian yang tepat sasaran dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dari air yang kembali mengalir, tumbuh optimisme baru bahwa pertanian Aceh akan semakin produktif, petani semakin sejahtera, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.